Langsung ke konten utama

Review Film : Frozen II




      Film garapan sutradara Jennifer Lee dan Chris Buck Frozen II akhirnya rilis juga setelah 6 tahun. Kali ini Frozen II membawa kita pada yang menarik dari Elsa ,Anna, Olaf, dan juga Kristoff. Pada prolog, film ini menampilkan masa kecil Elsa dan Anna bersama orangtuanya, raja dan ratu kerajaan Arendelle. Orangtua mereka menceritakan kisah raja ketika kecil memasuki Hutan Ajaib, namun sayangnya akses kesana telah tertutup oleh kabut pekat. Lalu sang ratu mengajarkan lagu yang indah dari Hutan Ajaib itu.


Elsa yang menjadi ratu masa kini mulai terganggu dengan adanya bunyi aneh yang panjang. Walau telinganya ditutup bantal sekalipun, tetap saja dia mampu mendengar bunyi itu. Elsa juga merasa kekuatannya semakin bertambah. Puncaknya pada suatu malam, Elsa tidak sengaja membangkitkan roh Hutan Ajaib dan seketika tidak ada air juga penerangan di Arendelle. Angin kencang juga seperti merontokkan daerah kerajaan. Warga kemudian dievakuasi ke tempat tinggi. Elsa berpikir ada yang aneh dengan bunyi yang sering dia dengar, ditambah dengan penglihatan Grand Pabbie yang seolah masa depan Arendelle kedepannya kosong.

Elsa bertekad untuk mencari tahu di mana Hutan Ajaib berada bersama-sama dengan Anna, Olaf, Kristoff dan Sven. Mereka semua terpental, terkecuali Elsa yang membuat mereka semua dapat masuk ke dalam. Disana mereka berjumpa dengan suku Northulda dan prajurit Arendelle yang ikut terjebak sejak kejadian perkelahian sengit di masa kecil ayah Elsa-Anna. Sang kepala suku Northuldra, Yelana terpukau dengan kekuatan sihir Elsa yang mampu meredam elemen angin dan api di wilayah itu. Kemudian Elsa menangkap memori yang pernah terjadi disitu dengan wujud patung beku. Sedikit demi sedikit rahasia sihir Elsa yang terkait masa lalu mulai terkuak.
Kasih sayang Elsa yang begitu dalam akhirnya menjauhkan Anna dari dirinya. Anna bahkan merasa kesepian karena terpisah dengan Kristoff juga Olaf. Hampir putus asa ditambah dengan insiden yang terjadi pada Elsa, Anna mencoba bangkit dan mengambil keputusan agar dapat menyelamatkan Arendelle juga penghuni hutan ajaib.
Penasaran kan ? bagaimana petualangan mereka kali ini, Kalo gitu lansung Otw Biokop Terdekat biar gak mati penasaran.....




Writen by : Rigim Boy Dainga (015) & Alvian Choirur Rozaq (058) 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANEN JIWA : TANAH SANGIHE (foto pohon cengkeh by : kompas.com) Kepulauan sangihe merupakan salah satu tempat yang harus anda kunjungi saat berwisata ke sulawesi utara. Disini, selain anda menikmati keindahan alam, anda juga dapat menikmati kebudayaan suku sangir yang tinggal ditanah sangihe ini.  Nama sangihe sendiri pertamakali di berikan oleh raja pertama yaitu Gumansalangi. Sangihe diambil dari kata "Sangi" dan "He". Sangi diambil dari nama istri Gumansalangi yakni Sangiang Ondowasa, konon katanya Sangiang merupakan putri yang turun lansung dari surga. Sedangkan kata He berarti Emas.  Masyarakat Sangihe masih banyak yang menganut kepercayaan jaman dulu yaitu menyembah batu dan pohon. Meskipun masyrakat Sangihe saat ini mayoritas beragama Kristen Protestan. Namun tradisi berupa ritual-ritual adat tetap dilakukan. Seperti upacara perpisahan Tahun yang dilakukan pada 31 Januari Upacara "Tulude" yang wajib dilakukan setiap tahun, karena merupakan ritual ad...
PANADA : Kue Rambut Anak Punk           Manado adalah kota yang dikenal sebagai kotanya para bidadari Indonesia. Tapi tidak hanya itu, Manado juga mempunyai banyak makanan unik dan aneh, yang sulit ditemui diluar kota Manado, salah satunya kue rambut anak punk atau biasa disebut Panada.         Panada disebut dengan kue rambut anak punk, dikarenakan bentuknya yang unik seperti rambut anak punk. Selain bentuknya yang unik, yang menjadi khas dari kue ini adalah isinya yang akan membuat orang yang memakannya tidak akan lupa kalau Manado juga mempunyai kue yang lezat. Isi dari kue Panada ini adalah ikan cakalang/tongkol, yang merupakan rasa khas dari kota Manado. “ Yang paling aku suka di kue Panada itu rambut kritingnya yang kriuk dan tengahnya yang lembut dan pas dilidah” kata Eyha(18).         Banyak yang mengatakan bahwa kue Panada merupakan pengaruh kuliner Belanda. Anggapan itu salah. Kue Pana...